Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Kembali Dipercaya Pimpin Perbanas

Written By Unknown on Jumat, 02 November 2012 | 15.13

INILAH.COM, Jakarta - Sigit Pramono kembali terpilih menjadi Ketua Umum Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) untuk periode 2012-2016.

Posisi ini kembali didapuk, dengan perolehan suara 56 dari total 65 suara. "Ini akan menjadi kepemimpinjan saya yang terakhir sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Perbanas," kata Sigit Pramono di Jakarta, Kamis (1/11/2012) malam.

Terpilihnya kembali Sigit Pramono merupakan salah satu hasil penting Kongres XVII Perbanas 2012 yang diselenggarakan di Jakarta.

Sigit Pramono merupakan Ketua Umum Perbanas yang telah menjabat selama dua periode sebelumnya, yakni periode 2006-2009 dan 2009-2012. Ini berarti, terpilihnya Sigit sebagai Ketua Umum Perbanas, menjadi periode kepemimpinan terakhir pada jabatan tersebut.

Sigit memaparkan, hingga saat ini Perbanas berhasil merumuskan usulan cetak biru perbankan nasional sebagai kontribusi pemikiran Perbanas dalam menyusun arah strategi sektorperbankan nasional yang berorientasi sedikitnya 20 hingga 30 tahun ke depan.

"Diharapkan sektor keuangan Indonesia akan mempunyai 'resilience'(daya tahan), kemampuan berkompetisi, serta daya dukung yang kuat terhadap perkembangan ekonomi Indonesia dimasa mendatang, di tengah transformasi dan pemulihan ekonomi dunia yang sedang berlangsung," ujarnya. [ast]


15.13 | 0 komentar | Read More

Oktober, Harga Minyak RI turun $1,17 per Barel

INILAH.COM, Jakarta - Harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) rata-rata pada Oktober 2012 turun US$ 1,17/barel menjadi US$ 109,85/barel.

Penurunan tersebut seiring dengan harga minyak mentah utama di pasar internasional, yang disebabkan beberapa faktor, seperti pernyataan Menteri Perminyakan Arab Saudi yang menyatakan masih memiliki kapasitas produksi sebesar 12,5 juta barel per hari dan jika dibutuhkan, akan siap memasok lebih banyak minyak mentah dari produksi terkini. Demikian menurut situ Ditjen Migas, Jumat (2/11/2012).

Selain itu, kekhawatiran pasar atas kondisi perekonomian global akibat melemahnya perekonomian AS, terindikasi dari meningkatnya pengangguran, penurunan pendapatan perusahaan, dan penurunan jumlah penjualan rumah, serta lambatnya penyelesaian masalah utang di Spanyol.

Faktor negatif lainnya adalah proyeksi pertumbuhan ekonomi di 2012 berdasarkan publikasi IMF Oktober 2012 yang turun 0,2%, dibandingkan proyeksi sebelumnya. Hal ini dipicu belum berakhirnya krisis utang di zona Eropa, belum optimalnya kebijakan-kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan turunnya pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang.

Pelemahan harga minyak juga disebabkan terhentinya operasi sejumlah kilang di wilayah pantai Timur AS akibat badai Sandy yang melanda kawasan tersebut.

Sementara penurunan harga minyak mentah di kawasan Asia Pasifik, juga dipengaruhi oleh turunnya kegiatan manufaktur di China dalam dua bulan terakhir. Hal ini akibat belum pulihnya ekonomi Eropa dan turunnya nilai ekspor Jepang yang mengakibatkan defisit neraca perdagangan selama 3 bulan berturut-turut. [ast]


15.13 | 0 komentar | Read More

Inggris akan Kembangkan Kilang LNG Tangguh

INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah Inggris siap menggelontorkan dana sebesar Rp116 triliun atau US$12 miliar untuk pengembangan train 3 kilang LNG Tangguh di Papua.

Investasi tersebut diberikan kepada pemerintah Indonesia setelah pihak Kementerian ESDM dan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) telah menyetujui Plan of Further Development (POFD), atau rencana pengembangan lanjutan untuk lapangan gas Tangguh di Papua pada tahun ini.

Persetujuan POFD tersebut diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Inggris, David Cameron setelah pertemuan bilateral oleh Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono di London, Inggris kemarin. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Chief Executive BP Group, Bob Dudley, dan BP Presiden Regional Asia Pasifik, William Lin.

"Kesepakatan senilai 7,5 miliar poundsterling adalah berita besar bagi BP, salah satu investor asing terbesar di IndonesiA. Ini adalah dorongan besar untuk perdagangan Inggris tumbuh dan investasi di pasar Indonesia yang sedang berkembang," kata David Cameron dalam keterangan resmi Kementerian ESDM di Jakarta, Jumat (02/11/2012).

BP dan mitra proyek Tangguh saat ini akan mulai tender untuk Front End Engineering dan Design (FEED) jasa untuk pengembangan train 3 yang diusulkan. Proyek train 3 tersebut mencakup pula pembangunan fasilitas penerimaan gas di darat, dermaga, tangki penampungan LNG, dan tangki penyimpanan kondensat yang terletak di Teluk Bintuni, Kabupaten Papua Barat.

Train 3 ini nantinya akan menambah kapasitas produksi LNG Tangguh sebanyak 3,8 juta ton per tahun menjadi 11,4 juta ton per tahun.

Pemerintah Indonesia telah menyatakan akan mengalokasikan 40 produksi train ketiga LNG Tangguh atau sekitar 200 MMSCFD untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. [hid]


15.13 | 0 komentar | Read More

Badai Sandy Tidak Kurangi Ekspor ke AS

INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah menyatakan Badai Sandy yang terjadi di pantai timur Amerika Serikat, tidak terlalu mempengaruhi ekspor Indonesia ke Amerika.

"Dampak Badai Sandy yang melanda pantai timur Amerika diperkirakan tidak berpengaruh signifikan terhadap ekspor Indonesia ke Amerika Serikat," kata Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Khrisnamurti saat konferensi pers terkait perkembangan kinerja perdagangan bulan September 2012 di gedung Kementerian Perdagangan, Jumat (2/11/2012).

Produk yang diekspor ke Amerika, lebih banyak melalui pelabuhan New York dibandingkan pelabuhan pantai timur. "Ekspor Indonesia ke AS yang melalui wilayah tersebut hanya berkisar 26 sampai 27 persen," tuturnya.

Menurutnya, ekspor yang melalui pelabuhan New York, nilainya hampir dari setengah keseluruhan ekspor indonesia ke daerah timur Amerika senilai US$1,64 miliar. "Secara keseluruhan ekspor indonesia yang masuk ke New York itu 13,4 persen dari total ekspor indonesia secara keseluruhan," katanya

Lebih lanjut Bayu menuturkan, tiga produk Ekspor indonesia yang terbesar ke Amerika Serikat adalah karet sebesar US$1,2 miliar, mesin printer dan alat cetak lainnya sebesar US$ 323 juta, serta jersey dan tekstil lainnya US$305 juta. [hid]


15.13 | 0 komentar | Read More

September, Nilai Ekspor RI Naik 13,21%

Written By Unknown on Kamis, 01 November 2012 | 15.13

INILAH.COM, Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan nilai ekspor Indonesia September 2012 mengalami peningkatan sebesar 13,21% dibanding Agustus.

"Peningkatan ekspor September 2012 disebabkan meningkatnya ekspor non migas sebesar 16,59% yaitu sebesar US$11.264 juta menjadi US$13.132 juta," ujar Kepala Badan Pusat Statistik, Suryamin dalam jumpa pers angka inflasi Oktober 2012, Kamis (1/11/2012).

Namun, terjadi penurunan pada ekspor migas hingga 0,46% dari US$2.783 juta menjadi US$2.770,3 juta. Lebih lanjut menurutnya penurunan ekspor migas lebih disebabkan oleh menurunnya ekspor minyak mentah sebesar 12,70% menjadi US$943,2 juta.

"Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-September 2012 mencapai US$143,00 miliar atau turun 6,06% dibanding periode yang sama tahun 2011," ujarnya.

Ekspor non migas terbesar per September 2012 adalah ke China dengan angka US$1,68 miliar, disusul Jepang US$405,1 juta. Sedangkan penurunan terbesar terjadi pada berbagai produk kimia sebesar US$53,1 juta. [ast]


15.13 | 0 komentar | Read More

Lindungi Aset Negara, RI Harus Belajar dari China

INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia disarankan belajar dari China dalam menjaga aset negaranya, karena negara Panda tersebut tidak pernah menjual apa yang dimilikinya.

"China kalo punya aset, tidak pernah digadai dan dilepas, jadi tidak ada aset negara yang dijual oleh mereka," kata Menteri Keuangan Agus Martowardojo saat acara Refleksi dan Apresiasi Pengelolaan BMN pada Kementerian/Lembaga di gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (1/11/2012).

Menurutnya, penjualan aset negara dilakukan Indonesia, karena tidak ada pemberian contoh bagaimana melindungi aset negara, sehingga banyak yang terjual. "Kakak kita tidak pernah kasih kita pelajaran tentang ini. Tapi aset negara yang saat ini ada, harus kita carikan solusi untuk menjaganya, seperti sertifikatTNI Polri yang aset nya paling banyak," ucapnya.

Lebih lanjut Agus mengatakan, nilai Barang Milik Negara (BMN) saat ini mengalami peningkatan yang signifikan dari Rp323,51 trilun menjadi Rp1,726,33 triliun selama periode 2006 sampai 2012. Peningkatan nilai ini, menuntut upaya dan komitmen yang lebih besar dalam mewujudkan pengelolaan BMN yang handal..

"Tren positif ini diikuti pula dengan peningkatan dalam beberapa aspek pengelolaan BMN antara lain, utilsasi BMN, kepatuhan pelaporan bmn, realisasi inventasrisasi dan penilaian, dan peningkatan opini BPK," tuturnya. [ast]


15.13 | 0 komentar | Read More

China Masih Jadi Tujuan Utama Ekspor Non Migas

INILAH.COM, Jakarta - Pada periode Januari-September 2012, China merupakan negara tujuan ekspor terbesar Indonesi, dengan nilai mencapai US$14,999,4 juta atau 13,2%. Diikuti Jepang dan Amerika serikat.

Kepala BPS, Suryamin mengatakan peranan ketiga negara tujuan utama ekspor tersebut mencapai 32,86% pada sektor non migas.

"Ekspor non migas Indonesia pada September 2012 ke China, Jepang dan AS masing-masing mencapai US$1.676,8 juta, US$1.458,6 juta dan US$1.179,4 juta," ujarnya dalam konferensi pers angka inflasi Oktober 2012, Kamis (1/11/2022).

Sementara peningkatan ekspor non migas dari bulan Agustus ke September 2012 terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) sebesar US$405,1 juta, sedangkan penurunan terbesar pada berbagai produk kimia sebesar US$53,1 juta. [ast]


15.13 | 0 komentar | Read More

Kunjungan Turis Asing Capai 683.584 Orang

INILAH.COM, Jakarta - Jumlah wisatawan manca negara yang berkunjung ke Indonesia pada September 2012 mencapai 683.584 orang atau mengalami kenaikan sebesar 5,16% dibanding bulan sebelumnya.

"Secara kumulatif jumlah kunjungan wisatawan manca negara Januari-September 2012 mencapai 5,90 juta orang atau naik 5,01% dibanding tahun lalu," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin dalam konferensi persnya di Jakarta, Kamis (1/11/2012).

Ia mengatakan banyak wisatawan manca negara yang datang ke Indonesia tujuan wisatanya ke daerah Jawa Barat terutama Bandung. Hal ini menurutnya karena mereka mengincar produk tekstil yang tersedia di Pasar Baru Bandung.

"Ini uniknya datang ke Indonesia tujuannya Bandung ke Pasar Baru, untuk berburu produk tekstil atau bahan kain," tuturnya.

Dari total turis asing yang datang ke Indonesia pada September 2012 ini mereka yang datang dari Singapura 14,50%, Malaysia 13,93%, Australia 13,38% Cina 8,04% dan Jepang 6,08%. [hid]


15.13 | 0 komentar | Read More

Inilah Faktor Pendukung Kestabilan Ekonomi RI

Written By Unknown on Rabu, 31 Oktober 2012 | 15.13

INILAH.COM, Jakarta - Dalam menjaga pertumbuhan ekonomi, Bank Indonesia bersama pemerintah harus meluruskan persepsi investor asing.

Kepala Ekonom Bank Danamon, Anton Gunawan mengatakan dengan demikian para investor asing tidak melihat bahwa perekonomian Indonesia memasuki masa pemanasan ekonomi atau overheating.

"Fokus dari (investor) asing, perekonomian kita sudah overheating karena produksi tidak bisa memenuhi demand dan tergambar dalam current account deficit," kata Anton dalam acara Kongres Perbanas XVIII di Jakarta, Rabu (31/10/2012).

Anton memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai akhir 2012 masih berjalan baik dan tidak ada faktor penurunan. "Secara umum perekonomian kita sudah bagus," ucapnya.

Selain itu, Anton memprediksikan pertumbuhan GDP Indonesia akan tumbuh sekitar 6,2 hingga 6,3% dan Bank Indonesia diduga akan menaikkan BI Ratenya hingga 25 bps.

"inflasi 6 persen tanpa kenaikan harga BBM, BI rate mungkin naik sekitar 25 bps. Current account deficit cenderung msh bersifat produktif karena pengaruh impor capital goods," ujarnya. [hid]


15.13 | 0 komentar | Read More

Menkeu: Penerimaan Nonpajak Belum Optimal

INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah menekankan pemasukan dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yamg datang dari institusi kementerian dan lembaga-lembaga negara.

Menteri Keuangan, Agus Martowardojo mengatakan hal itu dilakukan untuk menutup kekurangan penerimaan dari wajib pajak yang baru sekitar 10-14% dari total potensial wajib pajak.

"PNBP betul-betul harus kita tingkatkan terutama dari kementerian yang selama ini kurang menjadi perhatian karena dianggap bukan tugas dan fungsinya selali dari Kemenkeu," ujar Menkeu usai acara Deklarasi Zona Integritas menuju wilayah Bebas Korupsi di Kementerian Keuangan, Rabu (31/10/2012).

Penerimaan negara bukan pajak, menurutnya, sudah mengalami kenaikan yang cukup signifikan dari Rp140 triliun menjadi Rp300 triliun. Namun ini belum bisa menopang angka penerimaan sehingga negara masih terus menarik utang baru.

"Selain itu kita juga perlu melakukan revisi undang-undang PNBP agar lebih akurat dan mengajak elemen media dan LSM agara pengawasan pemasukan di tiap kementerian bisa lebih akurat," ungkapnya.

Menkeu menjelaskan, saat ini banyak penerimaan berasal dari sektor mineral, migas, kehutanan dan kelautan. Namunapa bila ditingkatkan bisa menjadikan pemasukan pendapatan negara lebih besar lagi. [hid]


15.13 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger